Sabtu, 04 Juli 2009

Wapres Minta Pertamina Tak Tunda Pembagian Tabung Elpiji


BALIKPAPAN,KOMPAS.com-Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta Pertamina tidak menunda pembagian tabung gas Elpiji 3 Kilo terhadap masyarakat yang tidak mampu di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Perintah itu disampaikan Wapres Kalla saat meninjau secara mendadak Stasiun Pengisian Gas Elpiji di Unit Pengolahan V Pertamina Balikpapan, Kaltim, Sabtu (27/6) malam.

Perintah diterima oleh GM Unit Pengolahan Minyak Pertamina V Balikpapan Alfian Nasution yang menerima kunjungan mendadak Wapres Kalla dan rombongan. Ia segera menjanjikan pada Senin depan akan mulai dibagikan.

"Dalam kampanye tadi banyak masyarakat yang belum menerima tabung gas elpiji. Padahal, itu bisa mengurangi subsidi BBM. Ingat itu," tandas Wapres.

Sementara, anggota Komisi VII DPR Alvin Lie mendesak agar Pertamina jangan hanya karena menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berkampanye besok di Balikpapan.

KOMPAS Suhartono

LG Jaring Konsumen Lewat Komunitas

JAKARTA, KOMPAS.com - LG Electronics Indonesia (LG) saat ini makin menggencarkan kegiatan komunitas untuk lebih menjaring konsumen. Setidaknya, menurut penjelasan Ardi Kemara Pradipta dari LG, tiga bulan terakhir, pihaknya menggelar tiga acara yang berhubungan dengan komunitas tersebut. "Sementara ini kami pusatkan di gerai ruang pamer LG di Senayan City," kata Ardi, Sabtu (27/6).

Dalam kesemptan itu, lanjut Ardi, LG menyelenggarakan School Holiday with LG yang berisi, salah satunya, lomba mewarnai gambar untuk anak- anak untuk kelompok 3 hingga 5 tahun. "Kami juga mengadakan lomba menggambar bertema untuk anak di atas 5 tahun," terang Ardi.

Terkait dengan lomba ini, Ardi mengaku, pihaknya menyasar anak-anak berikut keluarga. Makanya, ada tiga produk LG yang disertakan dalam kegiatan tersebut yakni microwave, lemari es, dan mesin cuci. "Dua kegiatan yang sudah kami laksanakan terkait ketiga produk ini adalah kelas memasak dan kelas fotografi di tempat sama," demikian Ardi.

XVD

10.000 Lowongan di Depok Job Fair 2009


DEPOK, KOMPAS.com — Bagi Anda warga Depok yang sedang mencari kerja, sebaiknya mengunjungi Depok Job Fair 2009 di mal Depok yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Depok, Jawa Barat.

Job fair tersebut berlangsung sejak tanggal 27 sampai 29 Juni dari pukul 10.00 sampai 20.00 dan tersedia sekitar 10.000 lowongan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakersos Depok Sony Triyamin mengatakan, job fair tersebut diikuti oleh 26 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti ritel, telekomunikasi, bank, asuransi, konsultan bangunan, perusahaan makanan, outshorcing, dan lainnya. "Perusahaan yang ikut 60 persen berdomisili di Depok dan 40 persen luar Depok," ucapnya kepada Kompas.com, Sabtu (27/6).

Syarat pendidikan minimal untuk mendaftar, kata Sony, dari yang terendah sekolah dasar hingga sarjana. "Dicari posisi office boy hingga manajer," katanya.

Job fair tersebut, lanjutnya, merupakan program pertama yang diselenggarakan oleh Disnakersos dan rencananya akan diselenggarakan secara berkala setiap tiga bulan. "Ke depan, kita akan bekerja sama dengan departemen-departemen lain," katanya.

Menurutnya, selama tiga hari penyelenggara ditargetkan dikunjungi sekitar 4.000 pencari kerja. Jadi, silakan mengunjungi dan semoga beruntung....



C8-09

Prospek Perekonomian Indonesia 2010 Akan Baik


JAKARTA,KOMPAS.com-Direktur Centre for Information and Development Studies ( Cides), Umar Juoro memperkirakan, prospek perekonomian Indonesia 2010 dapat baik jika perekonomian dunia mulai pulih.

"Jika perekonomian dunia pulih, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali ke tingkatan sekitar 6 persen," katanya di Jakarta, Minggu (28/6).

Umar mengatakan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pastinya mendorong kegiatan ekspor dan tentunya impor akan positif lagi, berdampak juga bagi invetasi dalam maupun luar negeri. "Apalagi, jika program pembangunan infrastruktur, baik dalam skema kebijakaan stimulasi perekonomian maupun sebagai program berkelanjutan dapat mengalami perkembangan yang berarti," ujarnya.

Umar menilai tantangan perkembangan perekonomian Indonesia ke depan selain permasalahan pembangunan infrastruktur adalah menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi. Orientasinya pada sektor yang lebih mendorong pertumbuhan berkesinambungan dan menciptakan kesempatan kerja cenderung relatif besar, terutama pada sektor industri manufaktur.

Permasalahan pembangunan infrastruktur, menurut dia, bukanlah dalam hal pembiayaan, tetapi lebih berkaitan dengan persoalan struktural seperti pembebasan tanah, tarif dan kepastian hukum lainnya. "Tentu permasalahan struktural tersebut tidak dapat dipecahkan dengan segera, namun paling tidak perbaikan yang bertahap akan mendorong perkembangan perekonomian lebih baik," kata Umar.

Disinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat krisis global, dia menjelaskan, hingga triwulan I - 2009 mencapai 4,4 persen, terutama didukung oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,8 persen dan pengeluaran pemerintah. Begitu pula sekalipun ekspor mengalami pertumbuhan negatif lebih dari 20 persen, namun neraca perdagangan dan neraca berjalan masih positif karena pertumbuhan impor negatif lebih besar dari ekspor.

Strategisnya belakangan ini nilai rupiah dan indeks pasar modal juga mengalami penguatan signifikan karena prospek perekonomian Indonesia yang dilihat baik sehingga para investor mulai mengalirkan dananya ke pasar yang diperkirakan memberikan hasil tinggi, terutama di pasar yang sedang berkembang pasar komoditas.

"Penguatan nilai rupiah dan indeks pasar modal diperkirakan masih akan terus berlangsung, sekalipun pada saat tertentu terjadi koreksi. Jadi tidak berlebihan perkirakan nilai rupiah akan menembus kisaran angka Rp 9.500 per dollar AS dan indeks pasar modal mencapai 2.300," kata Umar Juoro.

ONO
Sumber : Ant

Laba Bersih CMNP Turun 39,93 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menginformasikan, penurunan laba bersih perusahaan tahun 2008 turun sebesar 39,93 persen dibanding tahun 2007.

Bila tahun 2007 laba persih perusahaan mencapai Rp 120,59 miliar, maka para tahun 2007 menjadi Rp 72,44 miliar. Meski pendapatan perusahaan naik menjadi Rp 572 miliar di tahun 2008, dari pendapatan tahun 2007 sebesar Rp 496,2 miliar.

"Turunnya laba bersih, akibat beban bunga atas pinjaman bank yang diperoleh anak perusahaan yakni PT Citra Margatama Surabaya (pengelola ruas tol Waru-Bandara Juanda)," kata Direktur Operasional CMNP, Hudaya Arryanto, Senin (29/6) di Jakarta, usai RUPS CMNP.

Direktur Utama CMNP Shadik Wahono pun menjelaskan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa CMNP menyetujui pemberian dukungan atas restrukturisasi utang CMS, berupa pembayaran utang sebagian utang dimuka kepada kreditur, dan kesediaan menu njang biaya operasi dan pemeliharaan CMS selama 10 tahun di depan.

RYO

Pasca Eksekusi, Bank Permata Tetap Aman

JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melakukan eksekusi atas uang milik Djoko Soegiharto Tjandra sebesar Rp 546 miliar dari Bank Permata ke kas negara, tetapi Bank Permata menyatakan masih mempunyai permodalan dan likuiditas yang kuat.

Pasca eksekusi, tingkat kecukupan modal (CAR) Ban Permata di atas 13 persen. Demikian disampaikan Direktur Bank Permata Herwidayatmo, Senin (29/6). "Likuiditas kami masih kuat. CAR masih di atas 13 persen, jadi tidak berpengaruh," kata Herwidayatmo.

Ia mengatakan, kasus dana cessie Bank Bali (sekarang Bank Permata) sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, kasus ini tidak membawa pengaruh terhadap kinerja bisnis Bank Permata.

"Perkembangan ini tidak membawa dampak signifikan pada operasional bank sehari-hari. Kinerja kami tetap solid dan kepercayaan pasar tidak pernah terganggu bahkan menguat," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Bank Permata Pradjoto merasa akan mengajukan langkah hukum karena tidak puas terkait adanya pertentangan antara hasil putusan perdata dan pidana dana cessie Bank Bali sebesar Rp 546 miliar.

"Kita akan mengambil langkah hukum, tetapi bukan karena tidak puas dengan eksekusi jaksa tetapi karena Menkeu menyebutkan adanya pertentangan putusan pidana dan perdata," tuturnya.

Namun, lebih jauh Pradjoto enggan memaparkan langkah hukum seperti apa yang akan ditempuh.

"Teknisnya seperti apa, tersimpan di dalam hati saya. Akan saya keluarkan dari hati saya kalau anda sudah berhenti tersenyum," kelakarnya.

ANI

Rupiah Makin Perkasa Hingga 6 Bulan

JAKARTA, RABU - Kabar baik buat para importir dan mereka yang menggantungkan bahan baku produksi dari barang impor. Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rata-rata dalam enam bulan mendatang (prognosis semester II 2009) sebesar Rp 10.130 per dolar AS, menguat dibandingkan perkiraan realisasi semester I-2009 sebesar Rp 11.070 per dolar AS.

"Dengan asumsi tersebut maka kami perkirakan realisasi nilai tukar rata-rata sepanjang 2009 sebesar Rp 10.600 per dolar AS," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani pada rapat kerja dengan panitia anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (30/6).

Rapat kerja yang juga dihadiri Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono ini membahas agenda inti laporan semester I-2009, prognosa semester II-2009 dan RAPBN Perubahan 2009.
Prediksi pemerintah berbeda dengan Bank Indonesia.

Menurut Hartadi, pihaknya justru memperkirakan nilai tukar rupiah hingga akhir 2009 nanti akan berada di bawah kisaran Rp 10.500- 11.000 per dolar AS. "Kondisi perekonomian yang cenderung membaik membuat nilai tukar rupiah kami perkirakan akan membaik," katanya.

Sri Mulyani menyebutkan, pertumbuhan ekonomi enam bulan ke depan diproyeksikan 4,6 persen, di atas perkiraan realisasi pertumbuhan ekonomi semester I-2009 yakni 4,1 persen. Dengan demikian perkiraan realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2009 adalah 4,3 persen.

Inflasi semester I-2009 diproyeksikan 5,0 persen, di atas realisasi inflasi semester sebelumnya 4,2 persen. Sehingga inflasi sepanjang 2009 diperkirakan 5,0 persen.
Menurutnya, tren ekonomi dunia akan mulai membaik pada semester I-2009 nanti. Hal itu antara lain didukung masih positifnya pertumbuhan ekonomi beberapa negara Asia seperti China, India, Indonesia, dan Filipina.

Permintaan global juga dinilai Sri Mulyani mulai meningkat sebagai hasil dari berbagai kebijakan stimulus fiskal dan moneter di banyak negara. "Jika di Indonesia tren ini ditunjukkan oleh membaiknya pertumbuhan ekspor dan impor sejalan dengan meningkatnya permintaan global," paparnya.

Dengan demikian, lanjut Sri Mulyani, pihaknya tetap optimis pertumbuhan ekonomi enam bulan ke depan akan terus menanjak. Juga disebabkan tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah sejak semester II 2008 terkait program stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah serta konsumsi rumah tangga yang dijaga pada kisaran 5 persen. "Pertumbuhan nilai ekspor dan impor juga diperkirakan mulai mengalami pemulihan pada enam bulan ke depan," beber Sri Mulyani.

(Persda Network/aco)

Saham Inovisi Mulai Diperdagangkan di Lantai Bursa


JAKARTA, JUMAT - Saham PT Inovisi Infracom Tbk mulai diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (3/7). Inovisi bakal menjadi pendatang ke empat BEI di tahun 2009 ini. Sebelumnya sudah ada tiga perusahaan yang masuk ke lantai bursa, yakni PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO).

Menurut keterangan tertulis dari Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum, Inovisi Infracom masuk ke BEI dengan mencatatkan atau listing 920 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar sahamnya. Sementara harga penawaran sahamnya sebesar Rp125 per lembar saham.

Inovisi merupakan perusahaan penyedia layanan bisnis mobile dengan menghubungkan ke jaringan telekomunikasi bergerak atau yang sering dikenal sebagai Mobile IT Infrastructure Provider. Inovisi berdiri pada Mei 2007. Perusahaan ini masuk ke BEI dengan kategori Usaha Kecil Menengah (UKM), maka saham perusahaan ini bakal tercatat di papan pengembangan dengan kode INVS.

Sementara alokasi perolehan dana dari hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) 85 persen akan digunakan untuk investasi pada infrastruktur telekomunikasi dalam bentuk pembuatan mirroring system atas server sytem, sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.

Penawaran saham Inovisi yang berlangsung tanggal 24 sampai 26 Juni lalu mengalami kelebihan saham (oversubscribed) sebesar enam kali atau sejumlah 94,105 juta dari total jumlah saham yang ditawarkan."Besarnya permintaan menunjukkan minat investor cukup tinggi," kata Corporate Secretary Inovisi Infracom Benita Sofia, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Per 30 September 2008, perseroan membukukan pendapatan Rp40 miliar, naik signifikan dari periode yang sama di 2007 sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan laba usaha tercatat Rp 1,4 miliar naik dibandingkan periode yang sama 2007 sebesar Rp 163 juta. Untuk tahun ini perseroan menargetkan pendapatan bisa tumbuh 92 persen.

Inovisi masih berencana mengeluarkan dan atau mencatatkan saham baru atau efek lain yang dapat dikonversikan menjadi saham dalam 12 bulan ke depan setelah pernyataan efektif. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi perekonomian dan iklim usaha yang membaik yang memicu kebutuhan tambahan modal bagi perseroan untuk investasi.

(Persda Network/ugi)

BI Berniat Mendorong Kredit




JAKARTA, KOMPAS.com - Mencermati perekonomian domestik dan global hingga akhir semester I 2009, Bank Indonesia optimistis prospek ekonomi hingga akhir 2009 akan lebih baik dari perkiraan semula.

Guna mendorong perekonomian semakin baik, BI, Jumat (3/7), menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) 25 basis poin menjadi 6,75 persen. Langkah ini untuk mempercepat penyaluran kredit.

Dengan penurunan BI Rate yang terus-menerus sejak Desember 2008, BI memberi sinyal bahwa kondisi perekonomian ke depan amat kondusif bagi kegiatan sektor riil. BI Rate yang rendah juga pada akhirnya akan menekan bunga kredit.

”Perkembangan ekonomi sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Negara lain juga sudah ada perbaikan,” kata Pejabat Sementara Gubernur BI Miranda S Goeltom saat memaparkan hasil evaluasi perekonomian oleh Rapat Dewan Gubernur BI, Jumat, di Jakarta.

Kontraksi laju ekonomi, yang semula diperkirakan terus berlangsung hingga akhir 2009, diyakini telah berhenti pada akhir semester I 2009. Selanjutnya, pada semester II 2009, laju perekonomian domestik akan memasuki fase stabil untuk kemudian terakselerasi mulai 2010.

Dengan perkembangan tersebut, BI pun sedikit merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dari semula kecenderungan 3,75 persen menjadi kecenderungan 4 persen.

Pada triwulan I-2009, perekonomian Indonesia tumbuh 4,4 persen secara setahunan (year on year), terkontraksi signifikan dari tahun 2008 sebesar 6,1 persen. Pada triwulan II-2009, laju ekonomi kembali terkontraksi menjadi 3,8 persen.

Namun, BI optimistis tak akan lagi terjadi kontraksi pertumbuhan pada triwulan III dan IV 2009. Selama semester II 2009, ekonomi Indonesia diperkirakan bakal stabil. Kinerja ekspor diperkirakan juga membaik meskipun masih dalam zona negatif.

Berhentinya kontraksi laju ekonomi salah satunya tertolong oleh pengeluaran pemilu yang cukup besar. Pengeluaran untuk pemilu presiden diperkirakan sanggup menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap tinggi, mencapai 4,5 persen.

Tetap tingginya konsumsi rumah tangga juga ditopang oleh inflasi yang amat rendah, yang mencerminkan kestabilan harga.

Jika stimulus moneter dan fiskal dapat ditingkatkan serta lancar dan efektif, pertumbuhan ekonomi semakin baik.

Namun, BI juga mengkhawatirkan masih rendahnya penyaluran kredit perbankan karena itu berarti akan mengurangi potensi pembiayaan untuk menumbuhkan ekonomi, baik dari segi konsumsi maupun investasi.

Penyaluran kredit perbankan per Mei 2009 masih mencatat kontraksi 1,1 persen. Seretnya penyaluran kredit diperparah masih tingginya bunga kredit yang membuat perusahaan dan masyarakat enggan meminjam.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara mengatakan, saat ini pelaku usaha hanya menunggu rampungnya pemilu presiden. ”Setelah pilpres selesai, pengusaha akan melakukan ekspansi usaha,” kata Mirza.

Dari sinilah perekonomian akan kembali bergerak. Untuk ekspansi, perusahaan membutuhkan dana sehingga mengajukan kredit ke bank. Seiring dengan menurunnya risiko sektor riil, bank pun akan menurunkan bunga kredit. (FAJ)


Sumber : Kompas Cetak

BI Khawatir Teroris Jadi Nasabah Bank


JAKARTA, SABTU - Kebijakan baru dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Bank sentral itu meminta perbankan nasional memelihara database daftar teroris yang diterima dari bank sentral. Jika ada nama nasabah yang mirip nama dalam daftar itu, bank wajib memastikan dengan menelusuri identitas nasabah tersebut.

Dikutip dari situs BK, Jumat (3/7), instruksi yang tercantum dalam PBI (Peraturan Bank Indonesia) Nomor 11/28/PBI/2009 itu berbunyi, "Bila terdapat kesamaan nama nasabah dan kesamaan informasi lainnya dengan nama yang tercantum dalam database daftar teroris, bank wajib melaporkan nasabah tersebut dalam laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan."

Aturan tersebut dikeluarkan karena aturan tentang tentang penerapan prinsip mengenal nasabah yang selama ini diterapkan, dinilai perlu disesuaikan mengacu pada standar internasional. Selain itu, untuk mendukung upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.

Kebijakan BI itu direspons positif oleh polri. "Tentunya hal itu positif saja terhadap pencegahan tindak pidana terorisme. Bank mempunyai otoritas sendiri. Ini langkah preventif bagus saja, meski pelaku kriminal bisa saja dalam transfer menggunakan nama orang lain," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak.

Dikatakan Sulistyo, selain melalui perbankan, pendanaan aksi terorisme juga menggunakan cara lain seperti mengumpulkan sumbangan anggota kelompok. "Kita terus melakukan upaya untuk membongkarnya. Banyak cara yang digunakan polisi untuk memutus mata rantai terorisme," ucapnya.

Sikap agak berbeda diperlihatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meski setuju dengan kebijakan itu, mereka meminta BI berhati-hati. "Harus hati-hati, karena kalau keliru bisa jadi stigma yang bisa menjelekkan nama orang. Jangan kemudian menjadi diskriminasi," kata Ketua MUI Amidhan.

Dia mengimbau hendaknya perbankan tetap menjunjung prinsip utama menjaga kerahasiaan nama nasabah, utamanya nama nasabah yang identik dengan nama islami. "Jadi harus hati-hati, jangan menyinggung," ucapnya.

Lebih lanjut, pengecekan nama nasabah mirip teroris ini juga jangan kemudian menjadi alat dari negara asing tertentu untuk mengetahui data perbankan. "Yang penting dalam melakukan tindakan keamanan negara harus mengacu pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah kita dalam negara. Jangan sampai menjadi alat dari negara asing tertentu karena pengecekan nama nasabah ini bisa menjadi bias," kata Amidhan.

(kps/dtn/vvn)