Minggu, 09 Agustus 2009

Puisi-puisi Sukron Abdilah


berkepala dua

aku bukan munafik berkepala dua
benci kebatilan hanya dalam kata-kata

aku bukan anggota tim sukses berkepala dua
janji di mulut hanya penarik massa

aku bukan penguasa Indonesia
perjuangkan rakyat tak seindah dikira

aku, pokoknya, bukan aku yang menggadaikan jiwa
aku, keteguhan yang ditanam di jiwa manusia

keberanian berkata “tidak” untuk kejahatan
keperkasaan yang memorak-morandakan
kebatilan kaum otoritarian

Garut, Maret 2009

bukan atas nama Surga

kalau bersembahyang karena surga
Rabiah Al-Adawiyah akan membakarnya
menjadi berkepingan lebur bersama keserakahan

Garut, Maret 2009

menjenguk Indonesia

jarak tempuh serasa jauh dan menanjak
hembusan angin nusantara tak sesejuk tahun lalu
aku berguling
menungging
lari kecil-kecil
dan merebahkan badan
di atas alas kardus
dan plastik yang bergeresekan

sumpek betul rasanya Indonesia
sumpek karena dipenuhi pejabat korup !

Bandung, Maret 2009

olah jiwa

ruang jiwaku dipenuhi kepompong
yang siap menyemai dirinya jadi kupu-kupu indah
namun di tengah perjalanan setapak jiwa

ia berhenti memerhatikan segurat keserakahan
lantas kemudian menancapkan belati hingga letih
menjalar merenggut nyawa dari persendian nadi

sumpah misi itu kembali “ter”nina-bobokan
di dalam sekantong biji hati yang membusuk

Tuhan…, hidupkanlah biji-biji itu
menjadi tanaman indah yang setiap hari
dapat menghidupi dua ratus juta jiwa manusia
di Indonesia tercinta

Bandung, Maret 2009

ekstase jiwa

isi hatiku dengan cuka asmara
pikir sejenak apakah aku jalang
yang kebinatang-binatangan ?

aku rasa bukan !
tapi besar kemungkinan
seperti gunung yang menjulang

gila kiranya aku berhenti berefleksi
mati rasanya hati dari sepercik yang suci

dosa dan kejahatan menjadi karat
dalam hati hingga tak ada kebenaran
selain dari sang diri sendiri
rigid, kakuk, kikuk, reaktif dan fanatis !!!!!!

Bandung, Maret 2009

Sukron Abdilah, Lahir di Garut 22 Maret 1982. Mengedit buku agama remaja, menulis artikel tentang budaya, media, informasi, sosial dan agama di media cetak dan online. Ia adalah alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung (2007), Ketua Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI), dan bergiat di komunitas Wau Qasam.
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.03.2358492)

Bank Century Dinyatakan Bersalah, Kemenangan Awal Nasabah


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Forum Nasabah Bank Century Z Siput mengatakan, kekalahan PT Bank Century dalam sidang pengadilan arbitrase Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen atau BPSK Yogyakarta, adalah kemenangan awal dari para nasabah untuk memperjuangkan hak mereka.

Dari Yogya, dan berbekal kemenangan secara hukum, para nasabah yang lain akan mendapat suntikan psikologis untuk maju mendapatkan hak. "Bank Century tak bisa lepas tanggung jawab. Mereka mau maju ke Pengadilan Negeri, kami layani," ucap Siput, Minggu (9/8).

Seperti diketahui, dalam pengadilan arbitrase Sabtu (8/8) kemarin, BPSK memutuskan bank Century bersalah karena memasarkan produk reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia yang ternyata palsu. Dalam sidang yang dihadiri 200-an nasabah dari berbagai daerah tersebut, diputuskan Bank Century harus membayar ganti rugi uang semua nasabah. Juga mengganti rugi uang kepada Veronica, nasabah asal Yogya, yang mengalami kerugian Rp 5,4 miliar.

Dipilihnya pengadilan lewat BPSK Yogyakarta, kata Siput, memang disengaja. Nasabah percaya bahwa pengadilan di Yogyakarta masih terjaga independensinya. Veronica maju menggugat Century sekaligus mewakili nasabah yang tertipu produk reksadana tersebut. "Hanya satu orang penggugat, karena ini strategi awal kami. Tapi kasus ini, dan kemenangan kami, adalah bukti bahwa bank Century bersalah," ujarnya.

Ada 800-an nasabah di Indonesia tertipu reksadana ilegal bin palsu itu dengan nominal sekitar Rp 1,4 triliun. Mereka mendaftar dalam rentang tahun 2003-3008. Tak hanya produk rekasadana yang ilegal, tapi cara Bank Century menjual juga ilegal. Sebab, sejak tahun 2006, Bank Indonesia telah melarang reksa dana Antaboga dipasarkan. Bank Century tetap memasarkan, bahkan di loket resmi.

"Ketika Century tak mau disalahkan karena tak tahu menahu reksadana itu palsu, ya sungguh tak masuk akal. Semua pun tahu bahwa reksadana bukan produk bank. Tapi mari kita berlogika. Misalnya ada supermarket yang menjual produk kadaluarsa, yang digugat kan supermarketnya, bukan pabrik pembuat produk, kan," papar Siput.

Secara terpisah, kuasa hukum Bank Century, Indra Warga Dalem, bersikukuh bahwa kesalahan tidak bisa ditimpakan 100 persen ke Century. PT Antaboga harus ikut kena. Terhadap putusan sidang arbitrase BPSK, Indra menilai lucu dan tak bisa direalisasikan, karena putusan tak menyebut nominal rupiah yang mesti dibayar Century.

"Kami sudah punya niatan baik, yakni mengupayakan agar nasabah yang tertipu bisa mendapatkan hak (uang) dari Antaboga. Tapi sayang, niatan tersebut tak direspons. Kami merasa kami juga berhak dapat keadilan. Karenanya, kami akan meneruskan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta, secepatnya," kata Indra.


KOMPAS Lukas Adi Prasetya
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.09.20425353)

Tahun Ini Merpati Tambah 6 Pesawat ATR-72


JAYAPURA, KOMPAS.com — Obsesi perusahaan penerbangan Merpati Nusantara Airlines untuk menguasai pasar penumpang propeller di Indonesia bagian Timur, khususnya Papua, kian menjadi kenyataan. Hingga akhir tahun ini, Merpati memastikan menambah enam pesawat jenis ATR-72 atau pesawat baling-baling dengan jumlah kursi untuk 66 orang.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Bambang Bhakti, Rabu (5/8) di Jayapura, Papua, menuturkan bahwa pesawat ini akan ditempatkan pada jalur-jalur koneksi antarkabupaten yang memiliki pasar tinggi. Ia mencontohkan rute Jayapura-Wamena.

Selain itu, Merpati juga berencana menerbangkan pesawat propeller MA-60 dari China untuk melayani rute di Indonesia timur. ”We want to become king of propeller di Indonesia,” tandasnya.

Bambang juga memastikan akan mengaktifkan kembali penerbangan Jayapura-Sorong. Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir, penerbangan pesawat jet Merpati Jayapura-Sorong sudah tidak aktif lagi.

Ia juga menjelaskan, Merpati Papua memiliki hanggar yang memadai di Biak. ”Merpati ini perusahaan yang sebenarnya memiliki perawatan bagus. Yang kami belum punya, jumlah pesawat karena 10 tahun terakhir, jumlah pesawat kami terus turun,” paparnya.


ICH
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.05.21052737)

10 Perusahaan India Bakal Masuk ke Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima tahun ke depan, 2014, India yakin kerjasama perdagangan antara Indonesia-India akan mencapai angka 20 miliar dollar AS. Ini lompatan luar biasa, mengingat 5 tahun lalu investasi 2 negara hanya 4 miliar dollar AS.

"Kita memiliki perdagangan yang bagus. Mencapai 10 miliar dollar AS (tahun ini)," kata Rajive Kaul, Ketua Delegasi Misi Dagang India, setelah mengadakan pertemuan dengan Fahmi Idris Menteri Perindustrian RI di Departemen Perindustrian Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Rajive yang juga pimpinan NICCO Corporation Ltd., investasi India ke Indonesia sampai saat ini sebesar 2 miliar dollar AS. Para perusahaan India sedang terus mencari peluang untuk berinvestasi ke Indonesia. "Kita dibantu oleh kedua pemerintahan untuk dapat menemukan sektor baru dalam investasi, yakni sektor energi, teknologi informasi dan di sektor tekstil," ungkapnya.

Rajive semakin optimis bekerja sama dengan Indonesia karena kedua negara sama-sama memiliki iklim usaha yang bagus. Keduanya mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik dan memiliki kondisi demokrasi yang kondusif. "Dan tentunya memiliki populasi penduduk yang bagus," tutur Rajive.

Penduduk Indonesia berkisar 230 juta orang dan India sebanyak 1,1 miliar orang. Untuk itulah India merasa percaya diri mengadakan Made in India Trade Fair pada 7-10 Agustus 2009 di Balai Kartini Jakarta. "Kami merasa percaya diri untuk besok. Kami melihat ini sebagai arus yang baik dalam perdagangan dan investasi serta bagi pengusahan teknologi," papar Rajive.

Perusahaan India yang direncanakan berpartisipasi adalah Nicco Corporation Ltd., Confederation of Indian Industry, ICS Group, Jetline Group of Companies, Kirloskar Electric Company, Tata Consultacy Services, Tata International Ltd., Titan Industries Ltd., WS Industries Ltd., Futurelinks International Pte Ltd.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang alat angkut, peralatan dan perlengkapan elektronik, software, kemasan, konstruksi, perhiasan, jam tangan, bahan kimia, kerajinan tangan, hydropower, pengembangan infrastruktur, baik dalam skala usaha kecil, menengah dan besar.

Pada kesempatan tersebut juga Menteri Perindustrian RI Fahmi Idris akan menerima Menteri Negara Perdagangan dan Industri India Jyotiraditya Scindia di Departemen Perindustrian jam 13.00.


ONE
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.06.19081885)

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi Jumat (7/8) hingga Senin pekan depan (10/8). Kondisi itu dipengaruhi oleh beberapa fenomena serta kondisi atmosfer di atas dan sekitar wilayah Indonesia yang sedang terjadi saat ini di antaranya adalah adanya aktivitas badai tropis Morakot di Samudera Pasifik sebelah Timur China.

Faktor lain dari cuaca ekstrem adalah adanya daerah pumpunan angin yang memanjang dari Laut Cina Selatan hingga Samudera Pasifik sebelah Timur Filipina serta adanya kondisi suhu muka laut yang masih cukup hangat di wilayah Perairan sebelah Barat Sumatera, Laut Cina Selatan dan perairan sebelah Utara Papua.

Kondisi tersebut seluruhnya mendukung bagi pertumbuhan awan – awan hujan khususnya di wilayah Indonesia bagian Utara. Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang adalah pesisir Barat Sumatera bagian Utara, Sumatera bagian Utara, Papua bagian Barat, Utara dan Tengah.


JIM
Sumber : BMKG
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.06.23324378)

PERTEMUAN LSM DENGAN PERTAMINA

Pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2009 telah diadakan Pertemuan LSM dengan pihak PERTAMINA atas undangan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tabalong yang membahas ”Dampak Sosial Keberadaan PT. Pertamina”, dengan hasil sebagai berikut :

Persentasi Pertamina Tanjung :
SEJARAH LAPANGAN
Tahun 1898 :Lapangan Tanjung mulai dibor oleh perusahaan Belanda Minj Bouw Maatschappy Martapura
Tahun 1912 :Diambil alih oleh perusahaan Dotsche Petroleum Maatschappij.
Tahun 1930 :Diambil alih oleh NV. Bataatsch Petroleum Maatschappij atau yang lebih dikenal dengan sebutan BPM.
Tahun 1930s/d1939:Ditemukan Struktur Tanjung, Warukin, Dahor dan Kambitin
Tahun 1942 s/d 1945 :Diambil alih oleh Jepang.
Tahun 1945 s/d 1961 :BPM mengambil alih dari Jepang. Akhir tahun 1961 pipa penyalur 20” sepanjang 246 Km ke Balikpapan selesai dibangun.
Tahun 1961 :Sudah berproduksi oleh PT. Shell Indonesia.
Tahun 1965 :Diambil alih oleh PN. Pertamina dan kemudian berubah menjadi PERTAMINA.
Tanggal 11/11/1989:Ditanda-tanganiKontrak Enhanced Oil Recovery (EOR) Tanjung Raya antara PERTAMINA dan mitra : Southern Cross (Tanjung) Ltd dan Bonham (Tanjung) Ltd. dengan masa kontrak 15 Tahun
Tahun 1992:Terjadi pengalihan hak dan kewajiban mitra kepada Bow Valley (Tanjung) Ltd
Bulan Agustus 1994:Beralih dari Bow Valley (Tanjung) Ltd. kepada Talisman (Tanjung) Ltd. dengan Participating interest : PERTAMINA 50%, Talisman Energy–Canada 50%
Tanggal 11/11/2004:Berdasarkan SK Dirut No.Prin-848/C00000/2004 –S1 tgl 3 Nopember 2004 tentang pelaksanaan alih kelola Block Tanjung pasca kontrak EOR dari JOB PERTAMINA -Talisman (Tanjung) Ltd ke PT. PERTAMINA Unit Bisnis EP (Tanjung).

VISI DAN MISI :Menjadi Unit Bisnis yang paling berhasil dalam prospek EOR di Indonesia.
MISI :Mengembangkan dan mengoperasikan proyek EOR di Lapangan Tanjung dengan efektif dan efisien sehingga mampu memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi PT PERTAMINA & bangsa Indonesia.

NILAI - NILAI
Mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Mematuhi norma-norma etika yang tertinggi.
Mengutamakan pekerja sebagai sumberdaya yang paling berharga.
Memelihara lingkungan yang sehat bagi pekerja, kontraktor dan keluarga.
Melestarikan lingkungan hidup dan membina masyarakat sekeliling.
Meningkatkan kualitas secara berkesinambungan sebagai suatu sikap hidup.

PRESTASI HSE
TAHUN 1999 : Menerima penghargaan dari Menteri Pertambangan & Energi yaitu Patra Nirbaya Karya Pratama.
TAHUN 2001 : Menerima penghargaan menengah dibidang K3LL Pertamina yaitu Patra Adikriya Bhumi Madya.
TAHUN 2003 : Menerima penghargaan tertinggi dibidang K3LL Pertamina yaitu Patra Adikriya Bhumi Utama.
TAHUN 2004 : Memperoleh Nilai Audit SMK3LL (hasil audit tim K3LL Dit Hulu & Korporat) 87,68 dengan katagori Baik Sekali.
TAHUN 2005 : Menerima penghargaan tertinggi dibidang K3LL Pertamina yaitu Patra Adikriya Bhumi Utama.
TAHUN 2006 : Menerima penilaian lingkungan (Proper) kategori BIRU.
TAHUN 2007 : - Memperoleh Nilai Audit SMK3LL (hasil audit tim K3LL EP) dengan katagori Baik Sekali.
- Diusulkan mendapat penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama.
- Audit Operasi PEP dengan kategori Baik Sekali.

PROGRAM KERJA COMMUNITY DEVELOPMENT & COMMUNITY RELATION :

I.Tahun 2007
1.Pemberdayaan Usaha Kecil & Koperasi
2.Pendidikan dan Kebudayaan - Kerja praktek SLTA dan beasiswa
3.Kesehatan - Pengobatan dan khitanan massal
4.Fasilitas Sosial dan Umum - Sarana ibadah & fasum lainnya disesuaikan dgn kebutuhannya
5.Lingkungan - Bantuan untuk bencana alam, saluran & air bersih)
II.Tahun 2008
1.Pendidikan - Biaya transport siswa magang / PKL, bantuan Beasiswa
2.Fasilitas Sosial dan Umum - Sarana ibadah, pendidikan dan sarana lainnya untuk umum.
3.Sosial Ekonomi - Bantuan kepada pengusaha kecil dan koperasi
4.Kesehatan - Khitanan Massal, Pengobatan Cuma-Cuma sertapemberantasan Demam Berdarah dgn fogging
5.Hubungan dengan Stake Holder Sosialisasi Kegiatan Migas kepada Pemda, dan LSM, Masyarakat
6.Sponsorship - Hari besar nasional dan HUT Kabupaten melalui kegiatan seni & budaya, kegiatan olah raga, kegiatan keagamaan
7.Donasi - Bantuan bencana alam& musibah kebakaran

III.Tahun 2009
1.COMMUNITY DEVELOPMENT
a.Infrastruktur
b.Kompensasi
c.Proses perijinan/Penggunaan Lahan
d.Peraturan
e.Lain-lain (non cost recovery) :
•Pendidikan dan kebudayaan
•Kesehatan masyarakat
•Ekonomi pedesaan
•Infrastruktur
2.COMMUNITY RELATION
a.Hubungan dengan stake holder
b.Hubungan dengan media massa
c.Publikasi
d.Kegiatan Sosial
e.Sponsorship
f.Donasi
3.PROGRAM DESA BINAAN
Untuk melakukan kajian bekerjasama dengan Konsultan/Peneliti dari Perguruan Tinggi


REALISASI PROGRAM CD/CR 2007 - 2008
A. Tahun 2007
1. Realisasi CD & PKBL
- Pendidikan/Beasiswa Rp. 58.150.000-
- Sarana Sosial & Sarana Umum Rp. 621.384.100,-
- Sosial Ekonomi Rp. 21.000.000,-
- Kesehatan Rp. 44.832.800,-
- PKBL – Rp. 210.000.000,-
- Lain-lain Rp. 128.215.000,-
2. Realisasi CR
- Hubungan dengan Stakeholder Rp. 199.771.551,-
3.Jumlah Realisasi Januari s/d Desember 2008 : Rp. 1.262.353.451,-

B. Tahun 2008
1. Realisasi CD
- Pendidikan/Beasiswa Rp. 39.000.000,-
- Sarana Sosial & Sarana Umum Rp. 817.232.750,-
- Sosial Ekonomi Rp. 21.000.000,-
- Kesehatan dengan khitanan massal Rp. 12.650.000,-
2. Realisasi CR
- Hubungan dengan Stakeholder Rp. 180.882.900,-
- Sponsor Ship Rp. 107.020.500,-
- Donasi musibah kebakaran Rp. 4.890.300,-
- Media Relations Rp. 3.535.000,-
3.Jumlah Realisasi Januari s/d Desember 2008
Rp. 1.186.211.450,-

Bantuan Bidang Pendidikan
A. Tahun 2007
 Pelatihan Ketrampilan bagi masyarakat sekitar daerah operasi
 Pinjam pakai rumah kepada SMAN 1 Tanjung untuk digunakan sebagai Laboratorium Komputer
 Peminjaman Gedung Mutiara Patra untuk acara perpisahan MTs Negeri Murung Pudak
 Bantuan peminjaman gedung dan fasilitas lainnya kepada SMP Plus Murung Pudak dalam rangka pengukuhan dan perpisahan siswa kelas III
 Praktek Kerja Lapangan SLTA dan sederajat, Mahasiswa dan sederajat
 Beasiswa pendidikan SD
B. Tahun 2008
 Penyerahan Beasiswa Program CD Bidang Pendidikan UBEP Tanjung 2008 kepada: SDN Kapar 3, SDN Kapar 2, SDN Kapar Hulu, SDN Belimbing 5, SDN Jaing Hilir 2, SDN Masukau Luar, SDN Laburan Kec.Tanta, SDN Bata, Tapian Timur, Kec.Juai, Kab. Balangan.
 Bantuan biaya transport dan akomodasi peminjaman rumah dinas untuk siswa magang / PKL
C. Tahun 2009
 Bantuan sarana pendidikan berupa bangku sekolah dll
 Beasiswa pendidikan untuk SD
 Pelatihan Guru SD, SMP dan SMA

Bantuan Fasilitas Sosial & Fasilitas Umum
A. Tahun 2007
 Pembuatan lapangan badminton
 Pembangunan Pondok Pesantren
 Penggantian gorong-gorong jalan umum yang rusak
 Sarana pendidikan (buku bacaan dan alat tulis) kepada TK/TP Al-Qur'an
 Pembangunan Langgar/Mushalla
 Bantuan tanah urug untuk perbaikan jalan
 Bantuan untuk pembangunan SMK Muhammadiyah, Madrasah dan SMA
 Bantuan peralatan sound system kepada Pondok Pesantren
B. Tahun 2008
 Perbaikan sarana ibadah
 Perbaikan sarana pendidikan
 Perbaikan sarana umum (jalan, jembatan dan pasar)
 Bantuan air bersih untuk acara penduduk seperti hajatan, perkawinan dll
 Pinjam pakai rumah dinas untuk Guru-guru SD Plus dan SMP Plus
 Bantuan sponsorship untuk kegiatan Pemda dan masyarakat
C. Tahun 2009
 Perbaikan sarana ibadah
 Perbaikan sarana pendidikan
 Perbaikan sarana umum (jalan, jembatan dan pasar)

Bidang Kesehatan
A. Tahun 2007
 Pengobatan & Khitanan Massal dikaitkan dengan HUT PertaminaKhitanan Massal
 Pengobatan bagi masyarakat
B. Tahun 2008
 Khitanan Massal
 Pengobatan bagi masyarakat
 Sosialisasi / kampanye pemberantasan Demam Berdarah
C. Tahun 2009
 Khitanan Massal
 Pengobatan Cuma -Cuma bagi masyarakat
 Sosialisasi / Penyuluhan tentang Penyakit Menular di Masyarakat
 Fogging Demam Berdarah Bagi Masyarakat Sekitar Area Operasi

Bidang Ekonomi
A. Tahun 2007
 Pemberdayaan Usaha Kecil & Koperasi (PUKK)
B. Tahun 2008
 Bantuan Sarana Pendidikan (Kursi,Meja & Whiteboard) SDN Kapar 3
 Bantuan kepada Usaha Kecil di sekitar area operasi yang meliputi Kec. Murung Pudak , Tanjung, Tanta dan Juai Kab. Balangan
C. Tahun 2009
 Bantuan Modal / Penunjang Usaha
 Pelatihan Bagi Pengusaha Kecil


PROGRAM DESA BINAAN 2009 (Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak)
1. Program Unggulan :
Membuat Desa Binaan diwilayah Kerja PT.Pertamina (Dalam Wilayah Range – I), Nama Desa: Masukau, Kecamatan: Murung Pudak, Kabupaten: Tabalong
2. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan yang akan dilaksanakan, didasarkan pada hasil penelitian “Sosial Mapping”
Dari Hasil penelitian tersebut, maka focus yang akan dilaksanakan pada program unggulan ini adalah pembentukan Koperasi Mandiri yang akan membantu kegiatan masyarakat, penyiapan pupuk, penyediaan bibit karet, usaha perikanan (Karamba), usaha galian batu, galian pasir dan usaha lainnya.
3. Tujuan Kegiatan
Dengan terbentuknya “Koperasi Mandiri” maka dapat dijadikan Sentral kegiatan dari beberapa sector potensi Desa.
4. Sasaran Kegiatan
Kepengurusan Koperasi Mandiri Desa dipegang langsung oleh Masyarakat setempat sesuai dengan keahlianya masing – masing.
Aparat pemilikan PT.Pertamina sebagai Motivasi untuk semua menggunakan modal perekonomian melalui Koperasi Mandiri tersebut.
Kepengurusan Koperasi Mandiri sebelum melaksanakan tugas – tugasnya akan diberikan pembekalan.
Semua kegiatan akan dilaksanakan secara professional dan bisa dinikmati oleh semua anggota serta masyarakat desa setempat.
5. Luas Jangkauan
Untuk jangka pendek luas jangkauan kegiatan meliputi semua RT dilingkungan Desa Masukau dan beberapa desa tertinggal.
Untuk jangka menengah luas jangkauan kegiatan sudah mencangkup sampai tingkat Kecamatan.
Untuk jangka panjang luas jangkauan kegiatan mencangkup sampai tingkat Kabupaten dan Propinsi.

Bantuan Bidang Pendidikan
 Pelatihan menjahit & bengkel kepada 64 siswa-siswi putus sekolah di BLK Disnaker Kabupaten Tabalong
 Bantuan bea siswa kepada 65 orang murid SD berprestasi dan tidak mampu
 Peresmian Pendidikan Paket B & C di SB.I Batu Butok di hadiri Bupati & Muspida Paser Kalimantan Timur

Bantuan Sarana Sosial & Fasilitas Umum
 Pembuatan WC Umum untuk masyarakat Desa Masukau
 Pemberian Bak & Saluran Air Bersih di Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalongyang dilalui saluran air
 Pengurukan tanah untuk pasar Karet yang longsor di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong

Pemberdayaan Usaha Kecil & Koperasi
 Usaha penggemukan sapi potong
 Usaha bengkel las pembuatan pagar dan pintu dari besi
 Usaha pembuatan meja & kursi dari kayu
 Penyediaan tempat / kios bagi pedagang kaki lima di Taman 10 K

Bidang Kesehatan
 Bekerjasama dengan RSPT melaksanakan khitanan massal anak-anak sekitar daerah operasi
 Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Tabalong melaksanakan penyemprotan rumah masyarakat untuk menghindari wabah Demam Berdarah

Hubungan dengan Stakeholder
 Bantuan Keranda Jenazah untuk Pemda Tabalong
 Bantuan material untuk perbaikan Kantor Koramil Tanta / Murung Pudak
 Bantuan Unit Komputer untuk Polsek Murung Pudak & Kodim 100 Tanjung

Alih kelola asset untuk kepentingan umum
 Bandara Warukin yang dikelola oleh Pemda Kabupaten Tabalong
 SD & SMP Plus yang dikelola oleh Yayasan Penghulu Rasyid
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tanya Jawab :
MUHAMMAD SYAFEI (FKMT) :
1. Kapasitas Nara Sumber dalam menindaklanjuti pertanyaan kami.
2. Pengelolaan Jalan di komplek pertamina tanggungjawab siapa?
3. Banyaknya Polisi tidur.
4. CD Pertamina belum maksimal.
5. Ketegasan masalah proposal.

ERWANSYAH (LSM HAK) :
1. Dampak Pertamina di Desa – Desa yang lain belum terasa.
2. Proposal pengisian Bak Umum tidak ditanggapi.
3. Kebakaran di Kapar BPK Pertamina tidak datang.
4. Birokrasi di Pertamina yang rumit.
5. Kontrak kerja bagi pekerja subkon.
6. Proposal dari LSM tidak ditanggapi.
7. Dipertemuan yang akan datang diharapkan yang menghadiri adalah pejabat yang bisa mengambil keputusan.
8. Pertemuan Pertamina dengan LSM diminta sebelum Bulan Puasa.
Jwb : Kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang mengusulkan Desa Masukau yang pertama kali ditangani. Dan untuk yang akan datang akan berkembang ke Desa – Desa lainnya. Biasanya BPK Pertamina selalu tanggap, masalah ini akan diperiksa. Masalah birokrasi di Pertamina memang begitu peraturannya. Sistim pengupahan pekerja tergantung kontraktor yang mempekerjakannya.


ERWAN SUSANDI (LangsaT) :
1. Masalah Outsourcing / kontrak kerja per 1 tahun.
2. Kontrak kerja antara kontraktor dengan pekarya.
3. Tidak adanya surat tugas dari kontraktor ke pekarya/surat tugas.(Freepass).
4. Dampak Pertamina terhadap Bangun Sari/sekitarnya kurang.
5. Penanganan Kebakaran/terlambat datang.
6. Perluasan lahan Pertamina bagaimana prosesnya(konvensasi).
7. Uang Tali Kasih/bagi keuntungan(JOB dengan pihak lain).
8. Prosedur Safety (HSE) dibuat tidak dipatuhi.
9. Perjelasan property pertamina/inventarisir alat/peralatan dan sarana yang dikelola Pertamina atau dihapuskan dan/atau pihak pengelola lain.
10. Pengelola Taman 10-K
Jwb : Pertamina tidak ada menangani masalah outsourcing, semua pekerjaan di pertamina ditenderkan dan yang mengerjakan kontraktor yang memenangkannya. Perluasan lahan ditangani melalui kecamatan dengan harga sesuai standarisasi dari Pemda. Fasilitas yang tidak terpakai tidak langsung dibongkar karena ada kemungkinan akan digunakan kembali. Masalah pemungutan biaya bagi pengelola Taman 10-K tidak ada dalam kebijakan Pertamina, selain untuk kebersihan dan keamanan. Apabila ada pungutan liar maka akan kami tidak lanjuti.

HERMAN SUSILO (KSBSI)
1. Jumlah karyawan Pertamina?
2. Jumlah produksi Pertamina?
3. Apakah seluruh keputusan harus menunggu pimpinan pusat di Jakarta?
4. Program bantuan ke masyarakat tidak merata tidak seperti perusahaan batu bara.
Jwb : Putra daerah 85% 135 tanjung 10 jakarta 596 pekarya. Diminta dari Pertamina Pusat per harinya kurang lebih 5.000 barel dengan biaya operasional 12 dolar per barel.

KUSNADI UWIS (FAJAR)
1. Penutupan pagar mulai jam 6 sore di komplek pertamina mengganggu masyarakat.
2. PAD yang diberikan pertamina?
Jwb : Pembuatan portal disebabkan karena terjadinya kejadian – kejadian gangguan keamanan sehingga untuk meningkatkan keamanan dibuatlah portal tersebut. Datanya dilaporkan ke Dispenda dan BP Migas di Balikpapan, sedangkan dananya berada di pemerintahan pusat.

MURIYADI (FOKAL)
1. Kenapa Pertamina tidak punya AMDAL?
2. Bantuan Stakeholder untuk siapa?
3. Sumbangan Pihak Ketiga dari Pertamina ke daerah berupa uang ganti per barelnya?
Jwb : Ada RKL dan RPL, ada kerjasama dengan Bapedalda. Stakeholder bukan hanya berbentuk uang tapi bisa juga berupa bantuan.

BAMBANG OBRIAN (FORKAM)
1. Di Gunung Sari waktu nanya masalah portal, tindakan pertamina malah tidak menanggapi serta menstop air.
2. Arogansi perusahaan.
3. Kontribusi Pertamina dalam pengalihan pemakaian BBM fosil dengan BBM alternatif lainnya.

Tanjung, 5 Agustus 2009
NOTULEN,


EVANAIL

An. Kesbanglinmas Kab Tabalong : Drs. TABERANI, M.AP
Humas PERTAMINA Tanjung : Nurifansyah
NGO Kab Tabalong :
1. ERWAN SUSANDI (LangsaT)
2. ERWANSYAH (LSM HAK)
3. MUHAMMAD SYAFEI (LSM FKMT)
4. BAMBANG OBRIAN (FORKAM)
5. MURIYADI (FOKAL)
6. KUSNADI UWIS (FAJAR)
7. HERMAN SUSILO (KSBSI)

------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 02 Agustus 2009

Waspadai Promosi Cuci Gudang


JAKARTA, SABTU - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan konsumen agar mewaspadai promo cuci gudang dari pedagang seiring akan tibanya Ramadan.

"Distributor dan pedagang sering memanfaatkan tingginya permintaan barang oleh masyarakat menjelang ibadah Puasa, jadi perlu diwaspadai penjualan produk yang kadaluarsa," kata Indah Suksmaningsih dari YLKI di Jakarta, Sabtu.

Pihak produsen, lanjutnya, saat cuci gudang wajib menginformasikan kepada konsumen bahwa barang yang dijual mendekati batas waktu kadaluarsa.

"Terserah konsumen mau membeli barang tersebut atau tidak, hanya saja itu kewajiban yang harus dipatuhi produsen agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat, terutama umat Islam menjelang pelaksanaan ibadah Puasa," ujar Indah.

Dia juga mengimbau pihak Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Penyidik Pengawai Negeri Sipil(PPNS) Departemen Perdagangan dan Perindustrian agar tegas terhadap distributor atau pedagang yang nakal.

"Tindak tegas sesuai undang undang perlindungan konsumen sehingga distributor maupun pedagang tidak berspekulasi ketika menjual barang," ujar Indah.

Produsen juga wajib mengganti setiap barang kadaluarsa yang rusak dengan dua barang berkualitas baik. "Jadi asosiasi ritel harus patuh terhadap ketentuan tersebut, kenyataan ada produsen yang merealisasikan kewajiban ini," kata Indah Suksmaningsih.

Sudah Diingatkan

Ketua Gabungan Asosiasi Produsen Makanan dan Minuman Idonesia(Gapmmi) Thomas Dharmawan mengatakan para anggotanya telah diingatkan agar tidak menjual barang kadaluarsa dengan memanfaatkan tingginya kebutuhan konsumen.

"Kami mematuhi ketentuan tersebut dengan harapan pihak `berwajib` tidak hanya `main` sita. Sedangkan pedagang saat ini membutuhkan pembinaan berkaitan dengan pembatasan barang impor,"ujarnya.

Pengawasan melalui operasi menjelang dan puncak pelaksaan ibadah Puasa, menurut Thomas, hendaknya jangan menjadi kegiatan rutin dari proyek pihak berkompoten.

"Pembinaan melalui pelatihan saat ini dibutuhkan para pedagang untuk mengetahui perkembangan pasar global sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan di atas 6 persen," kata Thomas Dharmawan.

(ant)
(http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/18562/ternyata-facebook-pun-pengaruhi-keputusan-membeli)

Sampoerna Bantah Tunggak Pajak


JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen PT HM Sampoerna Tbk. menyesalkan publikasi laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut HM Sampoerna sebagai pengutang pajak terbesar di Indonesia. Informasi tersebut dinilai menyesatkan dan tidak mendasar.

"PT HM Sampoerna Tbk. memiliki komitmen yang tinggi untuk mentaati seluruh peraturan dan perundangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya. Hat ini termasuk juga dalam hat kewajiban membayar pajak dan Cukai negara, dimana tata aturan pembayarannya tetah diatur datam Undang-Undang Pajak dan Undang-Undang Cukai sesuai dengan jenis pajaknya," ujar pernyataan yang dirilis Yos Adiguna Ginting Direktur Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk.

Ia menyatakan laporan keuangan HM Sampoerna telah diberikan kepada BAPEPAM. Dalam Laporan Keuangan Konsolidasi PT HM Sampoerna Tbk. Tahun 2008 pada halaman 5123 mengenai Perpajakan (a. Hutang Pajak dan Cukai), PT HM 5ampoerna Tbk. memiliki kewajiban untuk membayar Pajak dan Cukai 2008 sebesar Rp 3.455.714:000.000 (Tiga Triliun Empat Ratus Lima Puluh Lima Miliar Tujuh Ratus Empat Belas Juta Rupiah).

"Sesuai ketentuan Pemerintah Indonesia mengenai tanggat jatuh tempo masing-masing jenis pajak, bersama ini manajemen PT HM Sampoerna Tbk. menegaskan bahwa perusahaan telah membayar seluruh kewajiban Hutang Pajak dan Cukai tersebut di atas pada tanggat 31 Maret 2009," lanjut pernyataan tersebut.

Ia mengatakan pihaknya menghargai tugas dan kewajiban ICW, namun menghimbau kepada pihak-pihak terkait untuk mempelajari permasalahan dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum melansir data atau informasi agar tidak menimbulkan pemberitaan yang menyesatkan sehingga merugikan satu dan lain pihak. Pihaknya mengaku telah melakukan klarifikasi langsung kepada ICW dan menyampaikan hal tersebut pada Sabtu kemarin.

WAH
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.02.2329271)

Astra dan United Tractors Bantah Menunggak Pajak

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk. dan United Tractors Tbk. membantah informasi sebagai salah satu perusahaan papan atas yang memiliki utang pajak terbesar tahun 2008 seperti dilansir Indonesia Corruption Watch (ICW). Hal tersebut disampaikan Yulian Warman, General Manager Public Relations PT Astra Internasional Minggu (2/8) kepada Kompas.com.

"Kami tidak mengetahui dari mana data ICW tersebut. Karena kalau kami dinilai tidak bayar pajak, pasti auditor eksternal akan memberi catatan pada annual report 2008 kami yang dimaksud," kata Yulian. Faktanya, lanjut Yulian, laporan keuangan Astra International Tbk. tahun 2008 dinyatakan tidak bermasalah setelah diperiksa Haryanto Sahari & Rekan yang merupakan anggota Pricewaterhouse Coopers.

Ia menyatakan bahwa grup Astra, termasuk di dalamnya Astra International dan United Tractors yang merupakan anak perusahaannya, selalu taat dan mengikuti peraturan termasuk dalam hal kewajiban membayar pajak. Apalagi Astra sebagai perusahaan terbuka dituntut selalu patuh terhadap aturan. Yulian menyesalkan publikasi ICW yang menurutnya tidak diklarifikasi terlebih dahulu kepada pihak Astra.

Sebelumnya ICW melaporkan hasil penelitian yang menempatkan Astra International Tbk. dan United Tractors dalam sepuluh besar pengutang pajak tahun 2008.HM Sampoerna di urutan satu dengan Rp 3,455 triliun, diikuti Bank Mandiri (Rp 3,147 triliun), Astra Int (Rp 2 triliun), Adaro Energi (Rp 1,151 triliun), Indo Tambang Raya Megah (Rp 1,025 triliun), Bumi Resources (Rp 1 triliun), Telekomunikasi Indonesia (Rp 1 triliun), disusul oleh United Tractors, Indofood Sukses Makmur, dan Bank Negara Indonesia, masing-masing di bawah Rp 1 triliun.

WAH

Astra dan United Tractors Bantah Menunggak Pajak

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk. dan United Tractors Tbk. membantah informasi sebagai salah satu perusahaan papan atas yang memiliki utang pajak terbesar tahun 2008 seperti dilansir Indonesia Corruption Watch (ICW). Hal tersebut disampaikan Yulian Warman, General Manager Public Relations PT Astra Internasional Minggu (2/8) kepada Kompas.com.

"Kami tidak mengetahui dari mana data ICW tersebut. Karena kalau kami dinilai tidak bayar pajak, pasti auditor eksternal akan memberi catatan pada annual report 2008 kami yang dimaksud," kata Yulian. Faktanya, lanjut Yulian, laporan keuangan Astra International Tbk. tahun 2008 dinyatakan tidak bermasalah setelah diperiksa Haryanto Sahari & Rekan yang merupakan anggota Pricewaterhouse Coopers.

Ia menyatakan bahwa grup Astra, termasuk di dalamnya Astra International dan United Tractors yang merupakan anak perusahaannya, selalu taat dan mengikuti peraturan termasuk dalam hal kewajiban membayar pajak. Apalagi Astra sebagai perusahaan terbuka dituntut selalu patuh terhadap aturan. Yulian menyesalkan publikasi ICW yang menurutnya tidak diklarifikasi terlebih dahulu kepada pihak Astra.

Sebelumnya ICW melaporkan hasil penelitian yang menempatkan Astra International Tbk. dan United Tractors dalam sepuluh besar pengutang pajak tahun 2008.HM Sampoerna di urutan satu dengan Rp 3,455 triliun, diikuti Bank Mandiri (Rp 3,147 triliun), Astra Int (Rp 2 triliun), Adaro Energi (Rp 1,151 triliun), Indo Tambang Raya Megah (Rp 1,025 triliun), Bumi Resources (Rp 1 triliun), Telekomunikasi Indonesia (Rp 1 triliun), disusul oleh United Tractors, Indofood Sukses Makmur, dan Bank Negara Indonesia, masing-masing di bawah Rp 1 triliun.

WAH
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.02.23103589)