Senin, 20 Juli 2009

Akhirnya...Orang Tertua di Dunia Itu Meninggal




LONDON, KOMPAS.com — Pria tertua di dunia, Henry Allingham, meninggal pada usia 113 tahun, Sabtu (18/7). Dengan demikian, orang terakhir yang selamat dari Perang Dunia I itu telah tiada.

Allingham, yang pernah dengan canda memuji hidupnya yang lama karena "rokok, wiski dan perempuan liar", meninggal dalam tidurnya di rumah perawatan St Dunstan dekat Brighton, di pantai selatan Inggris.

"Dia meninggal dengan sangat damai dan sangat nyaman dalam tidurnya," ungkap seorang juru bicara rumah tersebut. "Ini hari yang menyedihkan. Kami semua sangat sedih...Tidak ada hal khusus, ia baru saja 113 tahun."

Bulan Juni lalu, salah satu "rival" Allingham yang berasal dari Jepang, Tomuji Tanabe, meninggal dunia dalam usia 113 tahun 13 hari. Sejak itu, Allingham yang meninggalkan lima cucu, 12 cicit, 14 anak ciacat dan satu cucu cicit memegang rekor orang tertua di dunia, sebelum dia meninggal dalam usia 113 tahun 42 hari.

Allingham lahir di Clapton, Kabupaten London pada 1896, tahun yang sama Henry Ford menciptakan Ford Quadricycle, pelopor mobil hari modern. Ratu Victoria masih bertakhta ketika ia seorang anak laki-laki kecil.

Pada Perang Dunia I, dia bertugas bersama dinas udara angkatan laut kerajaan, berperang dalam Pertempuran Jutland, pertempuran laut terbesar dari perang itu. Setelah itu, dia dikirim ke Angkatan Udara Kerajaan ketika pasukan itu dibentuk pada akhir perang pada 1918. Ia adalah anggota pendiri terakhir yang masih hidup dari pasukan tersebut.

"Pengetahuannya mengenai perang itu, kepribadiannya, karakternya, itu semua luar biasa," kata juru bicara rumah perawatannya.

PM Gordon Brown, yang bertemu dengan Allingham pada peringatan hari veteran, telah menyampaikan dukacita pada keluarganya.

"Saya mendapat kehormatan seiring menemui Henry. Ia adalah karakter hebat, satu dari para wakil terakhir generasi karakter hebat," kata Brown. "Pikiran saya dengan keluarganya ketika mereka berkabung atas kematiannya tapi merayakan hidupnya."

Seorang juru bicara Istana Buckingham mengatakan, Ratu Elizabeth sedih mendengar kematiannya.

"Ia adalah satu dari generasi yang berkorban sangat banyak untuk kita semua," demikian pernyataan sang juru bicara.

Istri Allingham, Dorothy, yang dinikahi pada 1918, meninggal pada 1970 setelah lebih dari 50 tahun perkawinan. Allingham hidup lebih lama dari anak-anak perempuannya dari perkawinan itu, tetapi keluarga besarnya bertahan hidup, dengan sebagian besar keluarga tinggal di AS.

Pada masa-masa akhir hidup, Allingham memainkan peran besar dalam menceritakan riwayatnya dan memberikan informasi kepada generasi yang lebih muda mengenai Perang Dunia I. Orang-orang yang mendengarnya memuji kekuatan ingatan dan suara tegasnya.

Menurut rencana, Allingham akan dimakamkan pada akhir bulan ini di Brighton. Demikian disampaikan beberapa pejabat rumah perawatan.

LOU
Sumber : Ant
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.07.19.05484535)

Tidak ada komentar: