Senin, 20 Juli 2009

Pariwisata Semakin Terpuruk


SEOUL, KOMPAS.com - Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jaksel dipastikan berdampak negatif bagi dunia pariwisata. Arus kunjungan mancanegara yang sebelumnya sempat terpengaruh oleh wabah flu babi dan krisis ekonomi akan semakin terpuruk. Diperlukan terobosan promosi untuk memulihkan kepercayaan asing.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, I Gde Pitana, di sela-sela acara Wedding Expo di Gedung Coex, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (18/7). "Mau tidak mau orang akan menahan perjalanan wisata ke Indonesia untuk sementara, sampai kondisinya aman," katanya.

Menurutnya, sampai dengan Mei pertumbuhan arus kunjungan wisatawan mancanegara baru menyentuh level 1,69 persen. Dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhannya kemungkinan tidak terlalu bagus sebagai dampak ledakan bom di kedua hotel tersebut.

"Pada peristiwa ledakan bom di Bali, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk memulihkan pariwisata. Bila penanganan pemerintah cepat, pemulihan pariwisata akibat bom di Jakarta mungkin bisa dilakukan dalam 3 bulan," katanya.

KOMPAS Eny Prihtiyani
(http://m.kompas.com/news/read/data/2009.07.18.17373581)

Tidak ada komentar: